Speedboad Milik Dinkes Ende Mubasir Berlabuh Di DKP Ende
https://gebrakonline.blogspot.com/2016/10/speedboad-milik-dinkes-ende-mubasir.html
Ende-GF. Speedboat Puskesmas
Keliling (Pusling) milik Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mubasir tak digunakan dan berlabuh di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende.
![]() |
| Kondisi speedboat Pusling yang mubasir. Foto GF |
Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Sebastinus Bele,
kepada wartawan di ruang kerjanya (11/10), membenarkan adanya speedboat Puskesmas Keliling milik Dinkes Ende saat ini tidak berfungsi dan diparkirkan di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Ende sejak pengadaannya pada tahun 2011 yang lalu.
Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang keberadaan speedboat yang dibeli dengan anggaran DAK 2011 itu karena
dirinya baru enam bulan menjabat sebagai sekretaris di dinas terkait.
Tetapi lanjut Bele sesuai dengan informasi yang diperoleh dari stafnya, ketika speedboat ini didatangkan pernah dilakukan uji coba pelayaran namun
tidak bisa dilanjutkan beroperasi karena membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak dengan biaya
operasional yang tinggi.
“ Tingginya biaya operasional speedboat Pusling
ini sehingga dinas tidak mampu membiayainya. Oleh karena itu kami biarkan speedboat
ini tetap berlabuh padahal masyarakat di Kecamatan Pulau Ende sangat
membutuhkan untuk pasien yang dirujuk ke RSUD Ende”ungkapnya.
Lebih lanjut Bele menambahkan bahwa di tahun 2013 sempat dilakukan perbaikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dari Pulau Ende namun upaya
yang dilakukan tidak berhasil karena mesin speedboat sudah karat dan tidak dapat
berfungsi lagi semestinya sebagai akibat dibiarkan tanpa ada perawatan yang
baik.
“Ada upaya untuk diperbaiki pada tahun 2013 namun tidak
berhasil karena kondisi speedboat yang sudah rusak dengan mesin yang sudah
hancur karena tidak ada perawatan yang baik” lanjutnya.
Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Ende, Hamsi
Said kepada GF.com di Kantor DPRD Ende (11/10), menyesalkan adanya tindakan pembiaran terhadap fasilitas kesehatan oleh pihak Dinas Kesehatan sampai fasilitas itu menjadi mubasir
rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kondisinya rusak parah, body speedboat sudah berlumut,
pintu dan mesin speedboat sudah rusak, dan alat navigasinya hilang. Dan tidak mungkin lagi digunakan, hanya menghabiskan anggaran saja“katanya.
Padahal lanjut Hamsi masyarakat di Pulau Ende sangat membutuhkan adanya fasilitas kesehatan laut yang mempercepat akses ke RSUD Ende ketika pasien yang menderita sakit parah harus dirujuk
.
“Kita sesalkan adanya pengadaan speedboat Pusling yang tidak
bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat padahal masyarakat di Pulau Ende
sangat membutuhkan itu untuk pasien yang dirujuk ke RSUD Ende” tutupnya. (onem)

Posting Komentar