Speedboad Milik Dinkes Ende Mubasir Berlabuh Di DKP Ende


Ende-GF. Speedboat Puskesmas Keliling (Pusling) milik Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mubasir tak digunakan dan berlabuh di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende.

Kondisi speedboat Pusling yang mubasir. Foto GF
Sekertaris  Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Sebastinus Bele, kepada wartawan di ruang kerjanya (11/10), membenarkan adanya speedboat Puskesmas Keliling milik Dinkes Ende saat ini tidak berfungsi dan diparkirkan di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Ende sejak pengadaannya pada tahun 2011 yang lalu. 

Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang keberadaan speedboat yang dibeli dengan anggaran DAK 2011 itu karena dirinya baru enam bulan menjabat sebagai sekretaris di dinas terkait.

Tetapi lanjut Bele sesuai dengan informasi yang diperoleh dari stafnya, ketika speedboat ini didatangkan pernah dilakukan uji coba pelayaran namun tidak bisa dilanjutkan beroperasi karena membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak dengan biaya operasional yang tinggi.

  “ Tingginya biaya operasional speedboat Pusling ini sehingga dinas tidak mampu membiayainya. Oleh karena itu kami biarkan speedboat ini tetap berlabuh padahal masyarakat di Kecamatan Pulau Ende sangat membutuhkan untuk pasien yang dirujuk ke RSUD Ende”ungkapnya.

Lebih lanjut Bele menambahkan bahwa di tahun 2013 sempat dilakukan perbaikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat  dari Pulau Ende namun upaya yang dilakukan tidak berhasil karena mesin speedboat sudah karat dan tidak dapat berfungsi lagi semestinya sebagai akibat dibiarkan tanpa ada perawatan yang baik.

“Ada upaya untuk diperbaiki pada tahun 2013 namun tidak berhasil karena kondisi speedboat yang sudah rusak dengan mesin yang sudah hancur karena tidak ada perawatan yang baik” lanjutnya.

Sementara itu anggota  DPRD Kabupaten Ende, Hamsi Said  kepada GF.com di Kantor DPRD Ende (11/10), menyesalkan adanya tindakan pembiaran terhadap fasilitas kesehatan oleh pihak Dinas Kesehatan sampai fasilitas itu menjadi mubasir rusak parah dan tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kondisinya rusak parah, body speedboat sudah berlumut, pintu dan mesin  speedboat  sudah rusak, dan alat navigasinya hilang. Dan tidak mungkin lagi digunakan, hanya menghabiskan anggaran saja“katanya.

Padahal lanjut Hamsi masyarakat di Pulau Ende sangat membutuhkan adanya fasilitas kesehatan laut yang mempercepat akses ke RSUD Ende ketika pasien yang menderita sakit parah harus dirujuk
.
“Kita sesalkan adanya pengadaan speedboat Pusling yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat padahal masyarakat di Pulau Ende sangat membutuhkan itu untuk pasien yang dirujuk ke RSUD Ende” tutupnya. (onem)

Related

KESEHATAN 2248821675221682501

Posting Komentar

KABAR TERKINI

AMAN Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Infokom

@ Pelatihan Infokom AMAN Jakarta, 9 November 2016 – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Gelar Pelatihan Pengambangan kapasitas In...

IKLAN

item