Taman Toleransi Dinilai Sebagai Proyek Kepentingan Tertentu
https://gebrakonline.blogspot.com/2016/10/taman-toleransi-dinilai-sebagai-proyek.html
Ende, GF. Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten
Ende untuk membangun Taman Toleransi di Puncak Gunung Meja dianggap beberapa
kalangan sebagai proyek dengan sarat kepentingan orang tertentu yang tiba –
tiba muncul tanpa adanya perencanaan anggaran yang matang.
![]() |
| Suasana diskusi di Ruang Redaksi FP. Foto Onem |
Diskusi yang diinisiasi oleh SKH Flores Pos,
Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Nusa Bunga dan Yayasan Tana Nua dihadiri oleh PUSAM
Indonesia Ende, para aktivis PMKRI Ende, para aktivis LMND, Pemuda AMAN dan berbagai
eleman masyarakat pemerhati pembangunan Ende berlangsung seru.
Dalam diskusi Cesar mengungkapkan bahwa rencana
Pemerintah Daerah membangun Taman Toleransi di puncak Gunung Meja merupakan mimpi
yang tidak mungkin tercapai karena hingga saat ini rencana tersebut belum
diketahui oleh DPRD Kabupaten Ende sebagai lembaga mitra yang berfungsi untuk
menyusun dan menetapkan anggaran daerah (budgeting).
“Proyek ini merupakan sebuah mimpi pemerintah
daerah yang tidak mungkin terealisasi karena tidak ada dalam rencana anggaran
daerah dan sarat dengan kepentingan orang tertentu”tuturnya.
Toleransi menurut Beraberi tidak dijabarkan
dalam bentuk taman karena toleransi itu sendiri sudah ada dalam kehidupan
masyarakat Ende sehari – hari sehingga tidak perlu membangun taman yang hanya
menghabiskan anggaran.
“Masyarakat Ende telah lama mengenal toleransi
dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari sehingga tidak perlu lagi
dibuatkan dalam bentuk taman yang hanya menghabiskan anggaran” lanjutnya.
Beraberi menambahkan jika ada bantuan
pemerintah pusat untuk pengembangan pariwisata lebih baik dimanfaatkan untuk
perbaikan infrastruktur menuju tempat wisata atau membantu perbaikan fasilitas
wisata yang telah ada tetapi rusak.
“Kalau memang ada bantuan anggaran pusat untuk
pariwisata lebih baik digunakan untuk perbaikan jalan menuju ke tempat wisata
yang telah ada atau dialokasikan untuk membantu perbaikan fasilitas wisata yang
telah rusak” tambahnya .
Diskusi yang sedianya menghadirkan unsur
pemerintah dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Bapeda Ende dan Badan
Kesbangpol Ende namun tidak ada satu pun yang hadir dengan tidak diketahui
alasan.(onem)

Posting Komentar