Harus Bangga Menjadi Orang Kampung

Itulah judul tulisan saya di pagi hari ini. Saya dilahirkan dan di besarkan di kampung. Bagi saya ketika kita mempunyai kampung sebenarnya kita mampu mengenal identitas kita, kita akan mengenal asal usul kita dan kita mengenal nilai kehidupan sosial yang ada disekitar kita.

Kita sedang besama orang tua di kampung
Sangat kita rasakan kalau kita berada di kampung, hidup kita jadi aman damai dan kita sangat dekat dengan sesama saudara kita, keluarga kita dan alam kita. Kita tidak merasakan kelaparan, kita hidup damai. Sebab leluhur kita telah menyiapkan kehidupan yang terbaik bagi kita.  

Di kabupaten Ende banyak orang mengenal dengan sebutan Nua Orha, Nua ola dan Mboa. Dan saya dahulu waktu kecil di besarkan di nua ini ( kampung), dan sama hal juga dengan yang lainnya. Saya mengenal sesama keluarga dan leluhur itu yaitu di kampung.  Saya juga mengenal dan mengerti arti dari nilai baik seperti menolong sesama, hidup bergotong royong, bersolidaritas dan lainnya adalah di kampung.  Saya juga mengenal akan nilai yang utama seperti kesopanan, cinta kasih dan berbudi baik hanyalah di kampung.  Dan didalam kampunglah semuanya di ajarkan. Saya dan kita semua yang mempunyai kampung pasti merasakan hal itu. Hidup toleransi ada di kampung, hidup mentaati aturan hukum juga di ajarkan di kampung dengan mentaati hukum adat.

Disisi yang lain saya juga melihat sumber kebutuhan ekonomi hanyalah ada di kampung, karena disanalah petani bangun pagi ke kebun dan bekerja. Semua kebutuhan pangan ada dan mencukupi kehidupan .

Saya sendiri adalah orang kampung maka saya pasti mengenal semua yang ada di dalam kampung  cerita orang tua tentang kebaikan dan kebenaran.

Di kampung juga di ajarkan kita mengenal yang namanya musyawara mufakat, kita juga mengenal yang namanya ekonomi rakyat yang sifat barter. Dan bagi saya semua pengetahuan tentang apapun ada di dalam kampung.

“Kita  harus bangga menjadi orang kampung  bukan kampungan”( Philipus kami).

Menurutnya bahwa orang kampung adalah orang yang berkarakter, orang yang menciptakan peradaban, orang yang memiliki segalanya dalam menjaga alam dan memanfaatkannya. Jadi kalau orang kampungan adalah orang yang lupa pada kampungnya, orang yang mengkianati  kampungnya, dan orang yang tidak mempunyai identitas yang jelas, primitif, sempit pemikirannya.

Sebenarnya kita sudah di ajarkan oleh orang tua dan leluhur kita tentang pendidikan, seperti menjaga alam, mengelola sumber daya alam dan mengenal nilai-nilai sosial budaya . Bagi saya  pendidikan dasar itu sudah tertanam sejak kecil di kampung. Dan pendidikan seperti itu ada dalam diri kita, Menjadi contoh orang tidak berpendidikan seperti yang di ajarkan pendidikan formal saat ini bisa melakukan  hal-hal yang di ajarkan di dunia pendidikan formal. Mereka bisa mengelola SDA, mereka menjalankan nilai-nilai baik kehidupan sosial, dan mereka mampu bermsyawara, mereka juga mampu untuk memimpin dan merekan juga mempu untuk menciptakan apa yang di ajarkan leluhur ( dalam hal jiwa seni ).

Saat ini menurut saya kampung adalah sember segalanya dari semua kebutuhan hidup manusia. Yang menjadi kategori kampung yaitu memiliki wilayah yang di jaga secara bersama, mempunyai pemukiman warga masyarakat, mempunyai  sejarah asal –usul yang menggambarkan keberadaan manusia itu sendiri, mempunyai sistem hukum adat, sistem sosial dan  sistem budaya.

Alasan saya mengapa menjadi sumber segalannya sebab disanalah manusia hidup dan berkembang  dan mampu memberikan hidup bagi orang lain yang hidup di kota.

Orang yang hidup di kota sebenarnya di hidupkan oleh orang yang bekerja di kampung. Dan bagi saya kita harus bangga menjaga dan membangun kampung kita. Sebagian besar kita yang hidup di kota sebanarnya mempunyai sejarah asal usul dari kampung.

Kalau saya analogikan bahwa masyarakat di kampung adalah orang tua dan masyarakat yang hidup di kota adalah anaknya. Jadi jangan sekali-kali kita melupan orang tua di kampung. Semua orang yang berada di kota sebananya anak-anak dari kampung.

Saat ini ketika anak tumbuh dan dewasa, mulai tidak mengakui lagi orang tuanya, tidak menghormati lagi orantuanya yang melahirkan dan membesarkannya. Bahkan di tudu sebagai orang yang primitif, kolot, terpinggirkan dan mulai merampas dan menjualnya, begitulah analogi saya.

Jadi saat ini perluh kita sadari bahwa pulang dan membangun kampung itu adalah bagian dari kita mengabdi kepada orang tua. Membangun dari kampung bukan hanya untuk menyenangkan hati orang tua di kampung  dan ujung-ujungnya menipu.

Orang tua di kampung –kampung sudah mengajarkan nilai kebenaran dan kejujuran. Dan nilai itu sudah di tanam sejak kecil oleh orang tua.

Kita yang berasal dari kampung sebanrnya harus bangga  karena kita masih punya kampung. Kita tidak boleh malu mengatakan kalau kita adalah orang kampung. Orang kampung bukan orang yang primitif, kolot, terpinggirkan. Akan tetapi orang kampung adalah orang yang  benar, orang yang pintar dan orang berkarater.

Jika saat ini dia tidak mempunyai kampung sebenarnya ia lupa terhadap orang tuannya dan lupa identitasnya dari mana ia berasal.

Untuk kaum muda yang berasal dari kampung mulailah kita bersama-sama membangun kampung kita. Wilayah adat kita hurus kita jaga, sumber daya alam kita harus di jaga. Sebab negara hari ini mengajarkan kita untuk meninggalkan kampung kita dan pergi menjau dari kampung kita.  Negara saat ini dengan alat kekuasaannya masih mengikuti watak penjajah. Bentuk pembangunannya bersifat eksploitasi dan diskriminasi. Negara belum membangun sesuai dengan karakter ketimuran kita yang menjujung tinggi kebinekaan tunggal ika.

Pendidikan yang di fasiltasi oleh negara hanya untuk kita melupakan kampung, menindas dan menciptakan kita menjadi konsumtif . Tujuan membentuk sebua negara hanya sebagai alat untuk merapas tanah dan sumber daya alam kita dan menghilangkan budaya dan adat istiadat kita. Sistem pendidikan yang diciptakan negara hanya untuk kita menjadi kuli  di tanah kita sendiri. Kita akan terisikan di kampung kita sendiri, kita akan melupakan identitas kita sendiri. ***

Oleh : Yulius Fanus Mari.


Related

OPINI 651625749768434678

Posting Komentar

KABAR TERKINI

AMAN Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Infokom

@ Pelatihan Infokom AMAN Jakarta, 9 November 2016 – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Gelar Pelatihan Pengambangan kapasitas In...

IKLAN

item