Pemuda adat Gelar Parade Nusa Bunga
https://gebrakonline.blogspot.com/2016/05/pemuda-adat-gelar-parade-nusa-bunga.html
![]() |
| Parade Nusa Bunga |
Ende, 07 Mei 2016 - Barisan Pemuda adat Nusantara Wilayah Nusa
Bunga Gelar Parade nusa bunga dengan melakukan Long March Menuju Ruang Pertemuan
PSE Ende . Pemuda adat yang tergabung dalam Organisasi Barisan Pemuda Adat
Nusantara ini terdiri dari pemuda yang berasal dari kampung sedaratan Flores
Lembat.
Pemuda adat Bangkit, Bersatu dan
Bergerak Itulah yel-yel dalam Parade Nusa bunga dengan berlong march jalan kaki
dengan Titik star di bundaran Lampu 5 monumen Pancasila Ende(07/05/2016)
Isu utama yang di angkat oleh pemuda adat di wilayah nusa bunga adalah
Mendesak DPR RI segera Membahas dan Mengesahakan RUU PPHMA Menjadi UU, Mendesak
DPRD Kabupaten Ende segera Membahas dan menetapkan Ranperda PPHMA menjadi
Perda, Mendesak Presiden Jokowi untuk segera menandatangani Satgas masyarakat
Adat dan Menyeruhkan Pemerintah Daerah se NTT Untuk Tidak Boleh melakukan
tindakan diskriminasi terhadap Masyarakat adat
“ Hari ini kami telah ada dan
bangkit bergerak untuk menjaga wilayah adat kami yang telah di wariskan secara
turun temurun, kami tidak mengijinkan kepada siapa pun yang ingin merusak alam
kami dan merampas tanah kami. Dan kami berharap seluruh kaum muda di nusa bunga
mulailah kita pulang Kampung dan membangun kampung ”,Ujar Yulius Mari dalam orasi di Bundaran
Lampu lima Ende.
Menurutnya saat ini masyarakat
adat telah mengalami penjajahan yang tersistematis dengan gaya baru. Budaya
masyarakat adat secara perlahan mulai di hilangkan oleh sistem pembangunan
negara yang program pembangunannya tidak
mempertimbangkan keberlanjutan hidup masyarakat adat. Saat ini pendidikan
nasional dengan sisitem pendidikannya mengajarkan anak-anak adat keluar dan
pergi menjauh serta lupa untuk pulang dan bangun kampung.
“ Kampung adalah Ibu yang
melahirkan dan menghidupkan kita. Jangan sekali-kali kita melupakan kampung.
Jika kita lupa kampung sama halnya kita lupa terhadap ibu kita sendiri. Jika
kita membiarkan kampung kita di obra ambrik maka kita sedang membirkan ibu kita
disiksa dan tindas. Mulailah sakarng kita pulang kampung dan membangun kampung
karena disanalah kita akan mengenal masyarakat adat dan identitas kita”,kata
Yulius Mari.
Disepanjang jalan kaum muda dari
Barisan Pemuda adat Nusa Bunga terus bersuara dan menyatakan mereka bangkit ,
bersatu dan bergerak.
“Saat ini masyarakat adat telah hilangkan
budaya aslinya. Masyarakat adat selalu di pinggirkan oleh negara. Padahal untuk
mendirikan negara ini tidak terlepas dari masyarakat adat. Di komunitas adat
itu sendiri banyak mangandung nilai yang akan menyatukan seluruh manusia dalam
menjaga tanahnya. Oleh karena itu Pemuda adat harus kembali memperjuangkan
nilai –nilai di komunitas yang sudah mulai hilang”, Ungkap Refan Koordinator
lapangan Parade Nusa bunga.
Dikatannya “sudah saatnya kita
kembali menelusuri Identias budaya kita.
Sudah saatnya kita menelusuri kembali pengetahuan-pengetahuan leluhur kita yang
sekarang ini sudah mulai pudar.
Dalam Parade juga di hadiri Ketua
Umun Barisan Pemuda adat Nusantara( BPAN
) dan dalam orasinya mengatakan “ Kita saat ini ada di nusa bunga dan akan
terus ada dan terus berlipat ganda. BPAN adalah organisasi yang menghimpun
seluruh pemuda adat dari berbagai pelosok nusantara dengan permasalahan yang
sama. BPAN juga bagian dari masyarakat adat, dan kita merupakan anak-anak dari
masyarakat adat yang siap mempertahankan wilayah adat kitanya.
“Selain itu BPAN di wilayah Nusa
bunga akan terus berjuang mewujudkan cita-cita masyarakat adat yang berdaulat ,
mandiri dan bermartabat. Kita Pemuda adat harus kembali menelusuri asal muasal
leluhur kita dari berbagai komunitas
adat dan siap melanjutkan cita-cita leluhur kita dalam menjaga bumi ini. Tentu
dengan cara kita sebagai kaum mudah. Dan saat ini kita pemuda adat tidak harus
malu mengakatakan kampung kita adalah kolot,udik, terpencil, dan peramba. Kita
pemuda adat harus berani mengatakan bahwa kita memiliki kedaulatan atas tanah
dan seluruh kekayaan alam kita”, pungkas Ketua BPAN.
Parade BPAN Nusa Bunga Berakhir
di Gedung PSE Ende dan bersama-sama dengan para undangan untuk mendiskusikan
Peran kaum muda dalam mendorong pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat
adat. ***
Oleh : JFM

Posting Komentar