Tour De flores Membawa Keberuntungan Buat Masyarakat atau Merugikan


Awal saya mendengar kata Tour de Flores dalam pikiran saya merasa senang  namun lama kelamaan ketika banyak berdiskusi sama teman-teman ku akhirnya merasa bahwa ada udang di balik batu.

Saya si sangat sepekat  dengan agenda ini dengan kepentingannya adalah untuk membawa perubahan di Flores  khususnya dari sector pariwisata. Namun saya juga masih merasa binggung dengan agenda Tour de Flores ini,sebab diseluruh kabupaten yang ada di flores mengeluarkan uang untuk kegiatan senag-senang. Dengan kebingungan saya , muncul pertanyaan apakah masyarakat flores mendapatkan keuntungan dalam meningkat kehidupan yang layak dari program pemerintah ataukah hanya mendapatkan kepuasan dan kerugian?.

Ketika saya membaca berita di Mataflores media online yang di beritakan pada 16 Mei 2016, mengatakan bahwa Pemkap Ende siap glontorkan dana 1,6 M untuk kegiatan Tour De flores. Di beritakan juga bahwa dana tersebut sudah dalam proses pencairan  dengan pembagiannya 700 juta untuk Panitian nasional dan sisanya untuk panitia local.

Menurut Gerson di media Mata flores mengatakan, sekitar 160 pembalap dari  26 negara akan ikut dalam kegatan Tour  de  Flores serta 50 orang lainnya  akan melakukan kegiatan wisata dimulai dari  danau kelimutu, menuju Detusoko dan selama satu jam  didetusoko wisatawan akan menikmati keindahan alam Detusoko kemudian bergerak menuju kota ende dan bergabung dengan peserta balap.

Saya yang juga baru turun dari kampung  terpencil dengan melintasi jalan yang rusak, dan saat ini juga masyarakat di kampong belum mendapatkan perhatian yang serius oleh pemerintah namun pemerintah daerah membuat pesta yang dampak buat masyarakat di desa  sangat kecil bahkan tidak ada. Ketika membaca berita tersebut Hati ku merasa jengkel dan kesal, kenapa Negara ini khususnya pemerintah daerah hobinya pesta eeee….Tanya ku? Dengan mengeluarkan anggaran sebesar itu hanya untuk kegiatan balab sepeda dan lainnya. Untung buat masyarakat apa…….!

Ketika  itu juga saya termenung …….seketika …oya…? Mungkin ini merupakan salah satu factor untuk menarik wisatawan luar masuk dan mengunjung daerah kita. Namun saya kembali bertanya Ko …………untung buat masyarakatnya Apa…? Yang merasa puas okunum penyelenggara kegiatan dan pelaku kegiatan tour karena kesenang-senagannya di biayai oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar di buat eforia dan bersenang-senang juga, namun lupa apa yang di dapati masyarakat di kampong-kampung dan sekitaran kota, sementara yang menikmati acara tersebut  hanyalah segelintir orang  dengan  menggunakan uang rakyat. Sementara banyak di kampong –kampung, jalannya masih rusak, listrik belum ada, krisis air bersih, sulit mengakses fasilitas kesehatan  karena kekurangan dana untuk membangun puskedes- puskesdes di desa dan lainnya.

Sekilas balik muncul istilah tour ini sejak kapan si….? Menurut saya istilah tour ini harus di kaji lebih mendalam lagi jangan sampai merugikan.  Sebab istilah ini di munculkan oleh penjajah di bangsa Indonesia saat ini. Maksudku jangan sampai kita salah menterjemahkan kemudian merugikan kita sendiri. Salah contoh, Denpasar bali, yang menguasai sector pariwisata adalah investor pariwisata,dan masyarakatnya menjadi tontonan dan kemiskin pun kian meningkat..? contoh lain Labuan bajo” saat ini tanah masyarakat sudah banyak di jual untuk kepentingan investor pariwisata, masyarakat semikin tersisikan” elias miskin di tanah sendiri”.

Sementara itu, pelaku-pelaku yang hidup enak di kota-kota besar dengan seluruh kemewaan yang ada membuat kegiatan untuk menjual kehidupan masyarakat dan seluruh potensinya. Sekarang ini menjadi sasaran di flores dan khususnya Ende. Kedepan di areal potensi keunggulan masyarakat akan di jual demi kepentingan segelintir orang yang menguasai modal. Masyarakat akan semakin disisikan dan dimiskinkan.

Pertanyaan ku apakah pariwisata mendatangkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat ataukah akan menamba kemiskinan bagi masyarakat. ?

Sekilas cerita dari temanku menyatakan bahwa “ pariwisata itu hanya buat orang yang stress, karena terlalu stress maka orang yang menguasai modal membuat kegiatan yang namanya tour / refresing  tujuan menghilangkan stress. Orang yang berwisata itu hanya khusus orang kaya yang ingin stressnya hilang. Alasannya setiap hari numpuk dengan pekerjaan ketika ada agenda berpergian/tour atau refresing kesempat itulah untuk menghilangkan stress.

Belum tentu berwisata membuat orang lain hidup sejahtera, sebab pendapatan yang di bagikan keorang lain itu hasil dari kerja yang penuh stress , makanya masyarakat yang menerimanya semakin miskin.

Lebih jauh lagi kita mengkaji pariwisata itu adalah agenda kapitalisme global yang kepentingannya ingin menguasai industry kreatif, sebab era kebabasan saat ini banyak orang ingin berkreasi namun kepentingannya ingin menguasai, mulai dari tanah dan sumber daya alam itu adalah kapitalisme.

Pikiranku bahwa pemerintah daerah harus mengkaji ulang soal agenda ini. Dan masyarakat harus kritis melihat agenda ini.

Masyarakat di kampong-kampung tidak pernah tau dengan pariwisata atau tour atapun apa istilahnya. Jangan sampai dengan istilah yang sulit di mengerti kemudian memaksakan masyarakat mengikutinya dan tunduk pada keputusan sepihak demi kesenangan semata.

Selain itu kegiatan semacam itu juga musti meningkatkan Pendapat asli daerah bukan mengeluarkan keuangan daerah untuk berpesta pora menghilangkan stress.

Saran saya mari kita berdiskusi ulang soal agenda senang-senang ini biar bisa menempatkan dirinya pada posisi yang benar.

Demikian hasil pikiran bingung ku silakan di kritisi dan memberi penjelasan ke saya biar bisa di mengerti.


Oleh : JFM

Related

OLAHRAGA 1299235988742676290

Posting Komentar

KABAR TERKINI

AMAN Gelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Infokom

@ Pelatihan Infokom AMAN Jakarta, 9 November 2016 – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Gelar Pelatihan Pengambangan kapasitas In...

IKLAN

item